Outlook 2012: Meredubnya Pamor Blackberry, yg mulai Ditinggalkan Masyarakat Bisnis

OUTLOOK TEKNOLOGI 2012 (2):
Meredupnya pamor BlackBerry dan ponsel Eropa

Jum'at, 30 Desember 2011 | 10:02 WIB

Indonesia merupakan pasar yang sangat besar bagi vendor ponsel mana pun, termasuk Research in Motion (RIM), yang di awal masuknya ke Indonesia langsung melejit pada 2009.

Tak tanggung-tanggung, pertumbuhan pemakai BlackBerry, produk RIM, bisa mencapai ribuan persen pada 2010 dibandingkan dengan 2009. Hingga akhir 2010 jumlah pengguna BlackBerry sudah mencapai sekitar 1 juta orang, dan pada akhir tahun ini sudah mencapai sekitar 5 juta orang.

Keunggulan BlackBerry yang tidak dimiliki vendor ponsel lain, bahkan Nokia sekali pun adalah didukung oleh ekosistemnya yang sudah terbentuk, mulai dari operator hingga konsumen pengguna.

Kenaikan yang sangat signifikan ini sangat bertolak belakang dengan pertumbuhannya di negara lain, bahkan Eropa dan AS sekalipun.

Pangsa pasar BB tergerus

Di AS dan sebagian besar negara Eropa, pangsa pasar RIM terus tergerus. Lembaga riset ComScore mengungkapkan Android bersama Samsung dan HTC, d saat ini merupakan penguasa pasar ponsel dunia, diikuti iPhone. Pangsa pasar Android antara Agustus hingga Oktober adalah sebesar 46,3%, meningkat 4,4 poin dari periode tiga bulan sebelumnya yang berakhir pada Juli.

Sementara pangsa pasar Apple mengalami kenaikan sejumlah 1 poin menjadi 28,1% pada periode yang sama. Pangsa pasar RIM turun 4,5 poin menjadi 17,2% dan Microsoft turun 0,3 poin menjadi 5,4%.

Samsung tetap menyandang gelar sebagai supplier handset terpopuler di Amerika Serikat dengan 25,5% dari pangsa pasar, dan jumlah tersebut tidak berubah semenjak laporan terakhir dari comScore.

LG menduduki peringkat ke dua dalam pasar dengan jumlah 20,6% walaupun jumlah ini turun sedikit dari periode sebelumnya. Motorola berada di posisi berikutnya dengan jumlah 13,6%, baru kemudian diikuti oleh Apple dengan 10,8% dan RIM dengan 6,6%.

Laba RIM anjlok

Laba RIM hingga kuartal III-2011 anjlok 71% (tahun ke tahun) dari US$911,1 juta menjadi US$265 juta. Lazaridis pun memperparah kekecewaan para investor dengan memotong target penjualan produk Blackberry menjadi sekitar 11juta -12 juta unit pada kuartal akhir 2012. Padahal, pada kurun waktu yang sama tahun lalu, penjualan Blackberry mencapai 14,8 juta unit.

Selain itu, pangsa pasar sistem operasi Blackberry di Amerika Serikat juga anjlok. Menurut lembaga survei The NDP Group, pangsa pasar Blackberry OS di AS tahun ini turun menjadi 10%.

Masa kejayaan Blackberry terjadi tahun 2009 ketika mereka meraup 44% pasar smartphone di AS, mengalahkan iOS dan Android. Namun, popularitas BB OS mulai menurun pada 2010 dengan perolehan pasar 25%.

Kendati demikian, RIM masih memiliki pelanggan setia dari kalangan pebisnis yang menganggap sistem komunikasi Blackberry aman.

Akan tetapi, sistem yang aman bagi para pebisnis ini sering membuat pemerintah konservatif mengancam untuk memblokir layanan Blackberry jika mereka tidak diberi kesempatan mengontrol komunikasi dari Blackberry. Ini lah yang membuat kepercayaan konsumen sedikit demi sedikit terus menurun.

Banyak dihambat

Perkembangan RIM di negara lain juga banyak dihambat, seperti di India di mana pemerintah setempat meminta vendor asal Kanada itu untuk bisa mengakses data serta melacak email yang dikirim atau diterima pengguna BlackBerry di India.

Mereka khawatir layanan tersebut disalahgunakan oleh para militan dan menciptakan ketidakstabilan politik. Hingga kini India belum sepakat dengan RIM.

UEA juga meminta RIM memberi akses kepada pemerintah untuk mengetahui informasi yang dikirim penggubna ponsel pintar itu. Pemerintah UEA mengancam akan memblokir, namun dicabut setelah RIM tunduk kepada pemerintah UEA kahir oktober lalu.

Adapun, Pakistan meminta RIM menutup akses FB. Di China apalagi, RIM yang baru bisa memasuki China pada 2008 mendapat pengawasan penuh dari pemerintah negeri tersebut, termasuk akses situs porno dan situs-situs yang kritis pada pemerintah.

Perkembangan BlackBerry di Indonesia

Serangkaian komitmen RIM yang tidak tercapai, baik dengan pemerintah maupun pengguna BlackBerry di Indonesia berbuntut kekecewaan. Puncaknya adalah rencana akan digelarnya aksi 'Lempar BlackBerry' di depan Kedubes Kanada dalamw aktu dekat.

Dari pihak operator sendiri mendukung desakan kepada RIM agar membangun dan menempatkan server di Indonesia agar terjadi penghematan biaya bandwidth yang jauh lebih besar, serta penurunan latency (delay).

Operator juga mengeluhkan bahwa saat ini tidak ada service level agreement (SLA) yang transparan dengan RIM, yang mengakibatkan tidak ada jaminan QoS dari RIM.

Para operator saat ini juga kesulitan mengatasi trouble shooting yang terjadi pada device maupun jaringan, karena kantor RIM di Indonesia tidak dilengkapi dengan ahli di bidang teknis (technical expert) sehingga penangan masalah jadi lama dan tidak jelas.

Kualitas BB saat ini juga tidak maksimal hal itu dikarenakan tidak adanya monitoring tools untuk memantau kinerja RIM seperti ketika terjadi gangguan, RIM tidak bisa menjelaskan gangguan untuk wilayah mana saja dan berapa lama.

Muaranya, semua kinerja RIM yang belum optimal, menjadi beban operator dan harus berhadapan dengan konsumen. Operator juga mulai mengeluhkan rendahnya bagi hasil dengan RIM, padahal layanan BIS sangat banyak menyita kapasitas jaringan operator telekomunikasi.

Penjualan Nokia juga anjlok

Nokia melancarkan sejumlah strategi untuk tetap bisa bertahan di pasar ponsel Eropa, salah satunya memangkas harga ponselnya sehingga meningkatkan kemungkinan untuk dapat bersaing dalam pasar ponsel. Ponsel pintar Nokia dengan cepat kehilangan pangsa pasar karena kalah bersaing dengan ponsel pintar yang berjalan pada platform Google Android.

Untuk mengatasai hal itu, Nokia pun melakukan banting harga agar bisa terus bertahan di pasar. Saham Nokia juga turun 1,5% menjadi 4,37 euro pada tahun ini. Saham Nokia jatuh lebih dari 40% pada tahun ini di tengah kekhawatiran perpindahan Nokia dari perangkat lunak Symbian ke Microsoft Windows yang tidak dapat membantu bersaing lebih baik dengan rival seperti iPhone Apple Inc.

Langkah Nokia membanting harga tersebut tentu saja memukul vendor lain seperti Motorola, Sony Ericsson, dan LG Electronics. Nokia bahkan terancam kehilangan pasarnya sama sekali pada saat bermigrasi ke Windows Phone.

Penguasaan Apple juga tergerus

Penguasaan Apple di pasar ponsel pintar (smartphone) Eropa semakin tergerus. Melemahnya kondisi perekonomian di Eropa dan penurunan harga produk smartphone dari para rival telah mengganggu penjualan iPhone dari Apple sepanjang tahun ini.

Sejak diluncurkan pada Oktober lalu, iPhone 4S berhasil menancapkan pengaruhnya di Inggris dan Amerika Serikat (AS). Sayangnya, generasi terbaru iPhone itu gagal menguasai pangsa pasar di Eropa secara keseluruhan. Pengusaan pasar Apple di Eropa kian terperosok.

Penurunan pangsa pasar Apple di Eropa menjadi berkah bagi para rivalnya. Pasar smartphone di Eropa kini didominasi dengan perangkat berplatform Android dari Google. Produsen smartphone berplatform Android itu berani mematok harga lebih murah ketimbang produk Apple. Saat ini, produsen smartphone yang menggunakan sistem operasional Android meliputi Samsung Electronics, Sony Ericsson, LG Ericsson dan Motorola Mobility.

Data Kantar Worldpanel menunjukkan pangsa pasar Google di Eropa secara keseluruhan di kisaran 46%-61%. Di Jerman, Android mendominasi pangsa pasar penjualan smartphone sebesar 61% pada 12 pekan terakhir, dengan Samsung Galaxy S II berhasil membukukan penjualan tertinggi.


Pasar ponsel di Indonesia

Peluang BlackBerry dan ponsel Eropa masih terbuka di Indonesia, meski tentu saja pertumbuhannya terus menurun, tidak segemerlap tahun-tahun sebelumnya. Masuknya Android sedikit banyak telah menggeser pengguna kalangan atas dari BlackBerry ke Android.

Kelemahan utama ponsel-ponsel Eropa adalah gagal membentuk ekosistem dan komunitas seperti BlackBerry Messenger dan Android.

Persaingan juga terjadi dengan ponsel-ponsel bermerek lokal, yang kini makin digemari masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah, termasuk yang merupakan bundling dengan operator.

Bila BlackBerry tak juga membenahi komitmen dan pelayanannya, apalagi di tengah krisis keuangan internal perusahaannya, maka lambat laun dominasi ponsel cerdas itu mulai tergeser, yang diprediksi akan dimulai tahun depan.
http://www.bisnis.com/articles/outlo...n-ponsel-eropa

----------------

Untung aja RIM tidak buat pabriknya diIndonesia, kalau tempohari buatnya disini, bukan di Malaysia, pasti tak lama lagi akan ada PHK besar-besaran karyawannya ...

:beer:

koentjoro 31 Dec, 2011

Mr. X 31 Dec, 2011
-
Source: http://ideguenews.blogspot.com/2011/12/outlook-2012-meredubnya-pamor.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com


lintasberita
Jangan Lupa di Share yaaa... !!!! Klik tombol dibawah ini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 komentar:

Poskan Komentar