Gawat! Nasi Bahayakan Paru-paru hingga Kulit

"Rasanya belum kenyang kalau tak makan nasi," itulah yang biasanya dikatakan masyarakat Indonesia yang menjadikan nasi makanan pokok. Sayangnya, nasi ternyata berbahaya bagi kesehatan. Tak hanya meningkatkan risiko diabetes, penelitian terbaru mengatakan bisa memicu naiknya level arsenik tubuh. Benarkah?

PARA ilmuwan memperkirakan bahwa nasi terpapar racun berbahaya tersebut setelah melakukan penelitian terhadap 229 wanita hamil yang berpartisipasi pada penelitian yang dilakukan di pusat persalinan di New Hampshire.

Peneliti lantas membandingkan sampel urin antara wanita yang mengonsumsi nasi dan yang tidak mengonsumsi nasi. Menurut peneliti, setiap gram nasi yang dikonsumsi berhubungan dengan peningkatan satu persen total arsenik di urin.

Hasil penelitian menemukan bahwa wanita hamil yang mengonsumsi lebih dari satu setengah mangkok nasi setara dengan 34 ons (satu liter) air yang mengandung arsenik.

Temuan ini juga mengungkapkan bahwa beberapa kelompok budaya memiliki risiko terkena tingkat arsenik yang tinggi melalui nasi, seperti masyarakat Asia.

Masyarakat Amerika rata-rata hanya mengonsumsi nasi sekitar satu setengah mangkok per hari, dibandingkan masyarakat Asia yang makan nasi hingga lebih dua mangkok per hari.

Selain itu, peneliti juga menemukan tingkat tinggi dari arsenik anorganik pada wanita yang baru saja makan nasi, dibandingkan dengan wanita yang tidak makan nasi.

Menurut Environmental Protection Agency America mengungkapkan arsenik anorganik dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kandung kemih, paru-paru dan kulit, serta diabetes tipe dua dan penyakit kardiovaskular.

Namun jangan lantas Anda tak mau makan nasi karena penelitian ini. Dalam penelitian, peneliti tidak mengukur kadar arsenik dari beras itu sendiri, namun pada faktor-faktor lainnya.Padi sangat efektif dalam menyerap arsenik dari lingkungan sekitar mereka. Hal ini disebabkan oleh fisiologi tanaman dan area sawah yang terkena banjir, dimana menyebabkan munculnya senyawa arsenik pada beras yang akhirnya menjadi nasi yang dikonsumsi.

Tapi, kalau mau beralih ke jenis lain menurut penelitian Universitas Harvard, beras merah bis ajadi alternatif. Seperti dikutip dari laman Genius Beauty, peneliti menyatakan beras merah bisa menggantikan nasi putih, bahkan menurunkan risiko diabetes hingga 16%.ins

http://www.surabayapost.co.id/?mnu=b...067f89cc14862c

penelitian yang menurut ane EDAN :cd

sampai sekarang detik ini jutaan rakyat indonesia masih mengkosumsi NASI dan butinya tidak ada tu masalah :iloveindonesias

charzaku2f 31 Dec, 2011

Mr. X 31 Dec, 2011
-
Source: http://ideguenews.blogspot.com/2011/12/gawat-nasi-bahayakan-paru-paru-hingga.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com


lintasberita
Jangan Lupa di Share yaaa... !!!! Klik tombol dibawah ini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 komentar:

Poskan Komentar